Ahmadi Bantah Fahruddin Pendukung Militan

Musyahril Ingatkan Fahruddin Sebaiknya Melakukan Politik Santun

Berita, Politik1527 Dilihat

SUNGAIPENUHDEPnews: Pengakuan Fahruddin yang menyebut dirinya tim militan Ahmadi Zubir-Alvia Santoni (AZAS)  saat Pilwako 2020 lalu, ditampik Ahmadi Zubir. Politisi PDIP yang kini hengkang ke Partai Golkar, bukan tim militan. Tapi, oknum yang mengaku-ngaku tim.

                “Bukan, Fahruddin itu bukan tim saya. Tim apaan namanya itu, dikasih kepercayaan malah menghilang menjelang pemilihan. Saya hubungi berkali-kali saat itu tidak diresponsnya. Malah dia (Fahruddin,red) sudah menghilang ke Jambi,”

kata Ahmadi Zubir Walikota Sungaipenuh menjawab tudingan Fahruddin yang menyebut Ahmadi Zubir banyak umbar janji.

                Makanya Ahmadi merasa aneh, orang yang tak berkeringat malah menyebut dirinya ditengah masyarakat sebagai pahlawan. “Eee… di media mengaku tim militan. Tim apaan itu. Orang yang tak bertanggung jawab disebut militan,” tegas Ahmadi.

                Menurut Walikota yang pada pilwako lalu diusung PDIP-PPP-Partai Berkarya awalnya Fahruddin memang Fahruddin bergabung dengan tim sukses AZAS. Dua pekan menjelang pencoblosan, Fahruddin menghilang. Bisa jadi sudah menyeberang ke tim sebelah.

                Setelah mengetahui Pilwako Sungaipenuh dimenangkan oleh pasangan Ahmadi Zubir-Alvia Santoni,  Fahruddin kembali datang. “Saat itu saya sudah merasa gerah. Diberi kepercayaan, kok tidak dijalankan. Setelah menang dia mengadakan syukuran. Karena saya tak mau kecewakan dia, makanya saya hadir pada acara tersebut,” jelas Ahmadi lagi.

                Sekarang, tambah Ahmadi dia pula berkoar-koar merasa malu kepada masyarakat atas janji-janji Ahmadi Zubir yang dinilainya mengecewakan. “Program dan janji saya yang bagaimana yang tidak terpenuhi. Dia bukan tim sukses saya, kok dia yang malu,’ tegas Ahmadi.

                Sementara Koordinator Tim AZAS Hamparan Rawang Musyahril dikonfirmasi membenarkan bahwa Fahruddin tidak lagi diperhitungkan dalam tim AZAS saat Pilwako lalu. Awalnya, kata Musyahril, Fahruddin dipercayakan AZAS sebagai wakil dirinya khusus untuk wilayah tiga desa Tanjung. Saat, itu Fahruddin memang aktif.

                Musyahril heran, dua pekan menjelang pencoblosan, Fahruddin menghilang. Dihubungi tidak direspons, termasuk Pak Ahmadi sendiri menghubunginya. “Eeee… tahu-tahu  Pak Pengki (Fahruddin,red) sudah di Jambi. Alasan saat saya hubungi, payah AZAS menang.” kata Musyahril meniru pengakuan Fahruddin.

                Mantan Kades Paling Serumpun ini juga tidak sepaham dengan Fahruddin yang mengklaim dirinya tokoh masyarakat Hamparan Rawang. “Tokoh masyarakat yang mana. Jangan mengaku-ngakulah. Apalagi mengaku Tokoh Masyarakat Hamparan Rawang,” kata Musyahril.

                Musyahril yang saat ini bergabung dengan PDI Perjuangan minta kepada Fahruddin untuk santun dalam berpolitik. Jangan menjelek-jelekan orang lain, hanya karena untuk menaikan populeritas. “Politik santun. Masyarakat juga tahu yang benar itu benar dan yang baik itu baik,” kata Musyahril.

                Dia mengaku Fahruddin pernah berjasa membesarkan PDIP, jika sekarang menyeberang ke Partai Golkar tidak menjadi masalah. Karena ini, merupakan pilihannya. “Pak Wako juga menyarankan Pak Pengki maju di PDIP. Mungkin sudah merasa tak nyaman, tentu mencari lebih berpeluag, ujar Musyahril sambil tersenyum.

                Disinggung tentang Ahmadi umbar janji, dijelaskan Musyahril dua tahun kepemimpinannya, baru ditahun kedua ini murni programnya. Untuk masyarakat Tanjung, tahun ini sudah diannggaran 35 Milyar untuk pembangunan jalan mulai dari Simpang Tiga sampai ke Tanjung Muda.

                “Ya, perlahan. Niatnya pada pilwako dulu sudah kesampaian. Makanya kita dukung,” jelas Musyahril yang maju Pileg dari Dapil II Hamparan Rawang-Koto Baru-Pesisir Bukit. (dev/dhy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *