Dua Legen Singarapi Hebohkan Penutupan Sungaipenuh Kanuhai

Tino Maryam dan Tino Ruwai Mampu Hipnotis Massa

Berita, Sungai Penuh672 Dilihat

DEPATINEWS.COM – Dua legen Singarapi, Tino Maryam dan Tino Ruwai ‘heboh’ kan panggung Sungaipenuh Kanuhai & Ekspo Kota Sungaipenuh. Keduanya mampu membius ribuan penonton yang memadati Lapangan Merdeka Kota Sungaipenuh.

Tino Ruwai Maestro Tale Nasional yang menerima penghargaan dari Menteri Pendidikan, Riset dan Teknoligi. Sementara Urwani Ruwai legenda Rantak Kudo. Keduanya nengalir darah seni yang sama dari Dusun Empih.

Meski tampil di penghujung acara, menjelang pukul 00.00 WIB tidak membuat penonton beranjak. Mereka berdesakan ingin menyaksikan duet maut Maryam dan Ruwai. Setahun lalu, kedua legen untuk kali pertama diduetkan dalam acara keluarga Sirah Dado OK di Gedung Nasional Sungaipenuh.

Penampilan kedua legen ini tidak kalah heboh dengan goyang Ratu Sikumbang. Artis papan atas Sumatera Barat yang tampil duluan.

Malam psnutupan Sungaipenuh Kanuhai & Expo Kota Sungaipenuh, Sabtu (11/11), benar-benar seru. Hingga Walikota Sungaipenuh Ahmadi Zubir merasa puas dan bahagia.

“Alhamdulillah masyarakat terhibur. Ultah ke 15 Kota Sungaipenuh sengaja kita meriahkan. Penampilan budaya luar biasa. Tampilnya Tino Maryam dan Tino Ruwai membuat malam penutupan seru, ” kata Ahmadi.

Tino Maryam menampilkan Tale Nuwai. Ribuan penonton terlihat tenang. Saat suara merdu Tino Maryam nada tinggi melengking, membahana, penonton memberikan aplus.

Belum usai suara lantunan Tale Tino Maryam, suara gendang tradisional bertingkah dengan suasana riang. Suara gendang yang pada tahun 90-an sempat hit itu berkumandang dengan irama menghentak. Suara Tino Ruwai pun menggema. Penonton berteriak gemuruh. Mereka ikut lebur menari. Hingga ada yang tak sadarkan diri.

Baru pertengahan Tino Ruwai dibantu anaknya Evi mengumandang ‘asuh’ Rentak Kudo. Lampu di pentas dan sekitar arena mendadak padam. Gendang terus bertingkah kian asyik, sepertinya tak menghiraukan kondisi disekitar. Penonton yang ikut bergoyang pun meneruskan tariannya hingga gendang berhenti.

“Luar biasa Kanuhai HUT Kota tahun ini. Semua kebudayaan yang hampir tenggelam terangkat ke permukaan dan masyarakat pun menyambut gembira, ” kata Dpt Khaidir salah seorang tokoh masyarakat.(dev)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *