Calhaj Kota Sungaipenuh, Dhea Tivani Termuda, Nurisah Calhaj Tertua

Tergabung Kloter 23, Calhaj Kota Sungaipenuh Diberangkatkan 17 Mei

Tak Berkategori700 Dilihat

DEPATINEWS.COM, SUNGAIPENUH– Calon jemaah haji (Calhaj) asal Kota Sungaipenuh yang akan diberangkatkan pada musim haji Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi menunjukkan keragaman usia yang cukup lebar. Dari 128 total jemaah yang akan berangkat, tercatat jemaah termuda berusia 21 tahun dan jemaah tertua berusia 81 tahun.

Pelaksana tugas Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Sungaipenuh Syahkirun, mewakili Zainuddin yang saat ini sudah purna tugas menyampaikan bahwa, hingga 13 Februari 2026, total jemaah haji yang terdaftar dalam daftar tunggu di Kota Sungaipenuh mencapai sekitar 4 ribu orang.

Sementara itu, untuk keberangkatan tahun 1447 H/2026 M, Kota Sungaipenuh memperoleh kuota sebanyak 128 jemaah. Jumlah ini bertambah dari kuota sebelumnya yang hanya memberangkatkan 93 jemaah. Tahun ini kuota haji bertambah, total yang diberangkatkan 128 jemaah.

“Kuota keberangkatan jemaah haji Kota Sungaipenuh tahun 2026 ini sebanyak 128. Jumlah tersebut terdiri dari berbagai rentang usia, mulai dari usia remaja hingga lansia,” ujar Syahkirun, usai menghadiri Manasik Haji Terintegrasi tingkat Kota Sungaipenuh Tahun 2026 di Masjid Babul Ikhsan, eks gedung DPRD Kota Sungaipenuh.

Ia menjelaskan, jemaah termuda atas nama Dhea Tivani Yola Salsabila 21 tahun. Dhea lahir di Kota Jambi 25 November 2004 dan berdomisili di jl. Arif Rahman Hakim, Kelurahan Sungaipenuh. Putri dari Devanand Munir, SE dan Hartati, SH, MH tersebut saat ini masih menimba ilmu di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung.

“Dhea calon jemaah haji termuda yang akan diberangkatkan dari Kota Sungaipenuh pada musim haji tahun ini, ” kata Syakirun.

Sementara itu, jemaah tertua tercatat atas nama Nurisah Abdul Muti, yang berusia 81 tahun dari Kecamatan Pesisir Bukit. Ibu Nurisah beralamat di Desa Koto Renah.

Syakirun menyampaikan bahwa, meskipun berusia lanjut, jemaah tetap akan mendapatkan pelayanan dan pendampingan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Bagi jemaah lansia, akan diberikan perhatian khusus, baik dari sisi kesehatan, pembinaan manasik, maupun pendampingan selama pelaksanaan ibadah haji agar tetap aman dan nyaman,” jelasnya.

Dari sisi jenis kelamin, jemaah haji Kota Sungaipenuh tahun 2026 didominasi oleh perempuan. Tercatat sebanyak 79 jemaah perempuan, sedangkan 49 jemaah laki-laki.

Dari jumlah tersebut, usia 18-39 tahun sebanyak 5 jemaah, usia 40-59 tahun 48 jemaah, usia 60-69 tahun 48 jemaah dan 70-79 tahun 25 jemaah serta usia diatas 80 tahun dua jemaah.

Syahkirun menilai komposisi 40 sampai 59 tahun mayoritas yang menunaikan haji.
Dari tingkat usia tersebut menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk menunaikan ibadah haji masih cukup tinggi, khususnya pada kelompok usia produktif dan pra-lansia. Ia berharap, seluruh jemaah dapat mempersiapkan diri secara maksimal, baik fisik, mental, maupun spiritual.

Dengan persiapan yang matang dan sinergi semua pihak, pihaknya optimistis seluruh calon jemaah haji tahun 2026 dapat menjalankan ibadah haji dengan baik serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.

Manasik haji Kota Sungaipenuh berlangsung sejak Senin (9/2) hingga Sabtu (14/2). Manasik dibuka Walikota Sungaipenuh Alfin, SH diwakili Asisten 1 Sekda Dianda Putra. 128 jemaah tergabung dalam kloter 23 yang akan diberangkatkan ke embarkasi Batam pada 17 Mei 2026.

Walikota Sungaipenuh menitip pesan kepada jemaah gaji 2026. Mengingat
90 persen haji itu ibadah fisik, maka jemaah harus menjaga kesehatan. Rajin berolahraga, mengkonsumsi vuramib dan asupan gizi.
Walikota menekankan pentingnya pemahaman alur perjalanan haji, mulai dari persiapan pra-embarkasi hingga teknis ibadah selama di Embarkasi. (dev)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *