” Sakti Alam Kerinci ” : Pasca Pemekaran dan Harapan ke Depan

Oleh : Prof. Dr.Rizal Djalil Politisi Senior Asal KERINCI

Tak Berkategori551 Dilihat

DEPATINEWS.COM, JAKARTA— Pada tanggal 12 Nopember 2025 Kabupaten Kerinci akan merayakan Hari Ulang Tahun yang ke 67. Supaya ulang tahun tersebut punya ” value ” lebih, dan bukan sekedar seromonial : Kita mencoba menoleh sedikit kebelakang – sepanjang jalan perjuangan – yang sudah dilalui. Terutama mendoakan dan menghargai para Pendahulu dan Semua Pihak yang telah berjuang dan berjasa untuk Kabupaten Kerinci. Tanpa melihat Spektrum Politik dan dan latar belakang para pejuang tersebut. Sejak pemekaran melalui Undang-Undang No 25 Tahun 2008 , Kabupaten Kerinci mengelola Administrasi Pemerintahan dari Ibu Kota Kabupaten : Siulak (Bukit Tengah). Pemekaran wilayah, tentu memisahkan tata kelola pemeritahan : Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Itu konsekwensi logis secara administratif dan Peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tapi KERINCI sebagai sebuah Kesatuan Entitas Kultural tetaplah SATU : KERINCI SEKEPAL TANAH SURGA seperti puisi Budayawan legendaris Kerinci : Gazali Burhan. Inilah yang harus kita camkan bersama termasuk Generasi Penerus : Gen Z. Penulis sendiri di manapun : baik dalam Forum Nasional mapun Internasional selalu mengatakan : I am from KERINCI ( Indonesia) dan saya sangat bangga dengan kosa kata KERINCI. Pengalaman saya diberbagai forum : Kerinci sangat dikenal.

Kerinci saat ini

Penduduk Kabupaten Kerinci saat ini sekitar 258.200 jiwa. Yang tersebar di 12 kecamatan. Dengan luas wilayah 3445,20 km2. Jumlah dana transfer Umum dari Pusat tahun 2025 Rp 1.112.924.000. Indek Pembangunan Manusia ( IPM) Kabupaten Kerinci pada tahun 2024 : 73,11. Berbeda tipis dengan Kota Sungai Penuh : 77,40 ( Angka ini sekaligus meralat data tulisan saya ” Tujuh Belas Tahun Kota Sungai Penuh ” Yang terbit 7 Nopember 2025). Perbedaan ini disebabkan karena terpusatnya fasilitas pendidikan dan kesehatan di Kota Sungai Penuh. Variabel pendidikan dan kesehatan sangat berpengaruh terhadap IPM. Angka harapan hidup di Kabupaten Kerinci : 73,39.

Sedangkan Angka Kematian Bayi ( salah satu indikator pembangunan kesehatan) : 19,6 per 1000 kelahiran hidup. Fasilitas kesehatan yang tersedia : 21 puskesmas dengan : 1545 tenaga kesehatan. Dan Sekitar 80 orang dokter , yang jumlahnya bisa berubah sesuai masa tugas yang bersangkutan. Rumah Sakit Type C lengkap belum sepenuhnya beroperasi dan tersedia.

Ekonomi rakyat

Ekonomi rakyat di Kabupaten Kerinci bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan. Namun demikian pada tahun 2024 pertumbuhan ekonomi Kerinci mencapai 5,73 %, : lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional ( 5,04%). Pertumbuhan tersebut besar kemungkinan salah satunya, karena terealisasi investasi sekitar 3,5 triliun. ( PLTA, Merangin).
Dari sektor perkebunan komoditas kopi dan kentang tetap menjadi unggulan Kabupaten Kerinci. Luas lahan kentang sekitar 9000 ha dengan hasil panen 96.888 ton pada tahun 2024. Sedangkan produksi kopi Arabica 480 ton/th. Produksi padi tidak kurang 6 ton per ha. Total produksi padi tahun 2024 : 87.791 ton.

Sektor wisata nyata-nyata belum memberikan kontribusi terhadap ekonomi Kerinci : jumlah wisatawan/pengunjung hanya sekitar 15.077 orang. Jangan-jangan sebagian besar juga ” Mendah Kinci ” yang pulang kampung. Namun yang perlu dikaji lebih lanjut uang masuk dari KIRIMAN ke Kerinci sekitar Rp 500 milyar pada tahun 2024. Apakah ini berasal dari : pekerja migran Kerinci dari berbagai negara? Kalau ini benar merupakan prospek yang sangat bagus.

Situasi politik

Pada tahun Tujuh Puluhan sampai dengan 2000 awal : kondisi politik Kerinci penuh gejolak : Bahkan Biro Sospol Propinsi Jambi saat itu mengkatagorikan : Kerinci sebagai daerah ” panas ” dan rawan secara politik. Penulis sendiri merasakan betul ” Situasi kebatinan politik ” Kerinci saat itu.
Dinamika bahkan pergolakan datang silih berganti. Tapi kini setelah Pemekaran , situasi sangat kondusif dan aman terkendali. Riak-riak kecil kalaupun ada : biasa saja. Kabupaten Kerinci dibawah pimpinan Bupati Monadi , S.Sos, M.Si. roda pemerintahan berjalan dengan baik sesuai Tata Kelola Pemerintahan.

Generasi Penumpang Rakit

Kondisi infrastruktur Kerinci sekarang jauh lebih baik. Ke Jambi sekitar 423 km bisa ditempuh sekitar 8 jam, Tergantung kenderaan yg digunakan. Seminggu sehabis lebaran Tahun 2024 yang lalu , Penulis bersama keluarga : dari Sungai Penuh ke Jambi tembus 6,5 jam.

Jalur Kerinci – Padang berjarak 227 km bisa ditempuh dalam waktu 6-7 jam ( tergantung cuaca dan kenderaan yang digunakan). Secara reguler tersedia pesawat SusiAir. Bandingkan pada tahun Tujuh Puluhan dulu : Penulis sendiri mengalami sendiri. Dari Kerinci ke Padang berangkat : Sabtu baru sampai Senen pagi. Karena jalan berlobang- lobang. Kadang kala bis harus menggunakan ” rantai baja ” untuk menarik kenderaan supaya dapat keluar dari lobang. Untuk ke Padang saat itu melewati : Puncak Koto Limo Sering- Sako Pesisisir Selatan, lanjut ke Padang. Tidak ada Travel Bis . Yang ada Bis Umum seperti : Saroha, Anak Gunung, GOM dan Bis Gunung Kerinci. Untuk ke Jambi saat itu lewat Padang. Untuk sampai ke Jambi dari Padang harus melewati 5 Sungai besar dengan Rakit: (bambu disusun untuk tempat kenderaan) : Ada yang bermesin pendorong ada yang tidak. Sungai yang dilewati dengan Rakit antara lain : Sungai Dareh, Batang Tebo, Batang Tabir, Sungai Bengkal dan Sungai Tembesi. Tidak selalu operator Rakit stanby terutama malam hari. Tidak ada pilihan lain : harus bermalam di Bis Sambil menunggu Rakit siap berlayar menyeberang sungai. Jadi , saat itu, untuk sampai ke Jambi melalui Padang dibutuhkan waktu 5 hari. Kenyataan ini sulit terbayangkan oleh Gen Z sekarang. Bagaimana dengan ruas jalan Kerinci – Bangko? Saat itu Ruas tersebut tidak bisa dilewati dengan Bis. Hanya ada satu kenderaan Land Rover Pak Labai : itupun diutamakan untuk keperluan Pemda saat itu. Siapa yang berjasa membangun jembatan dari Sungai Dareh sampai Tembesi ? : Menteri Pekerjaan Umum Radinal Mochtar dan atas usulan Gubernur Jambi ( saat itu) Masjchun Sofwan dan Gubernur Sumatra Barat. Kita harus jujur: Figur itulah yang berhasil merubah insfrastruktur jembatan dari Sungai Dareh sampai ke Jambi . Dulu , Generasi Muda Kerinci mau ke Jakarta via Jambi: Untuk mengadu nasib supaya diterima di Perguruan Tinggi Ternama seperti Universitas Indonesia di Jakarta. Bukan, hanya bersaing secara akademis dengan calon mahasiswa di Pulau Jawa, tapi juga harus berjibaku : naik bis sekitar 7 hari dari Kerinci. Dan harus menumpang Rakit pula : Itulah makanya Generasi saya : disebut Generasi Penumpang Rakit. Tapi alhamdulillah Tingkat kesulitan yang sangat tinggi waktu itu : Membangkitkan Adrenalin tingkat tinggi pula dalam bentuk Motivasi. Akhirnya atas Jalan yang dibukakan Allah SWT: Kemudian hari berhasil juga mengantar Penulis ke Istana Negara : Untuk menghadap Kepala Negara. Karena pada tahun 2014 penulis mendapat amanah sebagai Pimpinan Lembaga Tinggi Negara BPK RI. Sekaligus menyampaikan Pidato dihadapan Presiden Republik Indonesia dan Wakil Presiden serta para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Bahkan mendapat penghargaan Bintang Mahaputra. Peristiwa ini membuat penulis sangat bangga sebagai orang KERINCI.

Beberapa saran kedepan

Walaupun secara lengkap pemikiran penulis tentang Kerinci kedepan sudah dituangkan dalam tulisan : KERINCI 2045. Namun beberapa catatan penting perlu diingatkan kembali :

Pertama, untuk menampung dan menyiapkan pemuda pemudi Kerinci memasuki pasar kerja di level nasional bahkan internasional sebaiknya Pemda Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh segera mengajukan usulan pembentukan Politeknik ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Tehnologi di Jakarta untuk program studi : Elektronika, Pekerjaan Umum, Perhotelan, dengan laboratorium Bahasa Arab Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin.

Kedua, perluasan 300 ha lahan kopi Arabica sebaiknya difokuskan di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Karena alamnya mendukung. Kepada pihak-pihak yang menghambat proses tersebut sebaiknya berpikir ulang dengan basis scientist, bukan hal lain yang bersifat sempit.

Ketiga Pemda Kerinci dan Kota Sungai Penuh perlu lebih gencar untuk berhubungan dengan Pemerintah Pusat. Karena uang dan program datangnya dari Pusat kecuali hibah menjelang pilgub.

Keempat Rakyat Kerinci beserta Tokoh Masyarakat bersama Pemda harus tegas terhadap Petugas Kerinci Seblat. Kalau lahan di Kerinci dijadikan wilayah Kerinci Seblat : semaunya petugas taman nasional, tanpa urun rembug dan tidak memperhatikan kepentingan Rakyat Kerinci : harus dilaporkan kepada Menteri Kehutanan dan Komisi IV DPR RI.

Dan selama ini apa yang diberi Kerinci Seblat untuk Rakyat Kerinci ? Adakah Kerinci Seblat membantu saat banjir besar? Kita mengerti fungsi hutan lestari. Tapi Rakyat Kerinci harus mendapat kompensasi dan bebas memanfaatkan lahannya sendiri.

Kelima, pelayanan publik perlu terus diperjuangkan dan ditingkatkan. Penyediaan Rumah Sakit Type C Plus sebaiknya segera diperjuangkan di Kementerian Kesehatan di Jakarta.

Selamat Ulang Tahun ke 67
Dirgahayu Kabupaten Kerinci.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *